Unit daya trailer pembuangan
Cat:Unit tenaga hidrolik seri DC
Unit tenaga hidrolik ini dirancang khusus untuk dump trailer. Ini terintegrasi dengan pompa roda gigi bertekanan tinggi, mesin sikat karbon DC, blo...
See DetailsKetika sistem hidrolik Anda mengalami masalah, Anda biasanya dapat memulai pemecahan masalah dengan memeriksa poin-poin penting berikut:
Pertama, pastikan unit tenaga hidrolik memiliki catu daya yang cukup dan dapat menyala secara normal.
Konfirmasikan catu daya: Periksa apakah sakelar daya utama dalam keadaan hidup dan pastikan sambungan kabel aman.
Dengarkan suara motor: Dengarkan suara motor saat mulai melihat apakah normal.
Jika motor tidak berputar atau berdengung: Hal ini mungkin disebabkan oleh kegagalan fasa daya, tegangan yang tidak mencukupi, atau perlindungan beban berlebih motor tersandung. Periksa sekring dan pemutus arus.
Jika suara motor tajam atau terdengar bunyi gerinda: Bantalan mungkin rusak dan perlu dihentikan dan diperbaiki.
Cairan hidrolik merupakan “darah” dari unit tenaga hidrolik (HPU). Kondisi fluida sangat penting untuk kinerja sistem.
Periksa level oli: Periksa pengukur level pada tangki oli. Level oli yang rendah dapat menyebabkan pompa menyedot udara sehingga menimbulkan kebisingan dan merusak pompa hidrolik.
Periksa cairan:
Amati warna dan transparansinya: Cairan hidrolik normal harus bersih dan transparan. Jika cairan berwarna gelap, keruh, atau seperti susu (mungkin karena masuknya air), maka perlu diganti.
Periksa gelembung: Banyaknya gelembung menunjukkan bahwa sistem telah menyerap udara.
Periksa temperatur oli: Temperatur oli yang tinggi (panas berlebih) akan mempercepat degradasi cairan dan merusak seal.
Pompa hidrolik merupakan komponen inti yang menghasilkan tekanan pada unit tenaga hidrolik.
Periksa kebisingan:
Kebisingan yang tidak normal (deritan, bunyi klik): Hal ini mungkin disebabkan oleh saluran hisap yang tersumbat, masuknya udara, viskositas cairan yang tidak tepat, atau keausan internal pada pompa itu sendiri.
Periksa saluran hisap: Pastikan filter tidak tersumbat dan tidak ada kebocoran pada pipa.
Periksa tekanan: Jika sistem tidak dapat menghasilkan atau mempertahankan tekanan yang diperlukan, pompa mungkin sudah sangat aus, atau katup pelepas (katup pengaman) tidak disetel dengan benar atau rusak.
Apakah tekanan sistem mencapai tingkat yang diperlukan dan tetap stabil selama pengoperasian?
Periksa pengukur tekanan: Amati apakah pembacaan pengukur tekanan berada dalam kisaran pengoperasian normal. Menyesuaikan Relief Valve: Relief valve (katup pengaman dalam sistem) digunakan untuk mengatur tekanan kerja maksimum sistem. Jika tekanan terlalu rendah, coba sesuaikan pengaturan katup pelepas (tetapi jangan menyetel secara berlebihan). Jika penyetelan tidak efektif, spool katup mungkin tersangkut atau pegas dapat rusak.
Katup kontrol bertanggung jawab untuk mengendalikan arah dan laju aliran cairan hidrolik, dan aktuator (silinder atau motor) bertanggung jawab untuk melakukan tindakan.
Periksa katup kontrol arah: Pastikan spool katup beralih dengan lancar ke posisi yang benar. Jika aktuator (seperti silinder) bergerak lambat atau tidak bergerak sama sekali, spul katup mungkin macet atau kumparan solenoid mungkin rusak.
Periksa katup pengatur aliran: Jika kecepatan gerakan aktuator tidak normal (terlalu cepat atau terlalu lambat), periksa apakah katup pengatur aliran disetel dengan benar atau tersumbat.
Periksa silinder atau motor:
Silinder "merayap" atau posisinya melayang: Hal ini mungkin disebabkan oleh kerusakan segel internal pada silinder, atau kebocoran pada katup kontrol.
Filter digunakan untuk menghilangkan kotoran dari cairan hidrolik dan melindungi komponen sistem.
Periksa indikator penyumbatan: Banyak filter memiliki indikator penyumbatan. Jika indikator menunjukkan adanya penyumbatan, elemen filter perlu segera dibersihkan atau diganti.
Penggantian rutin: Jika elemen filter tidak diganti dalam waktu lama, hal ini akan mempengaruhi pengisapan oli, menambah beban pompa, dan bahkan dapat menyebabkan kekurangan oli dalam sistem.