Unit daya tailboard hidrolik
Cat:Unit tenaga hidrolik seri DC
Unit tenaga hidrolik ini dirancang khusus untuk pelat ekor hidrolik. Unit tenaga hidrolik pelat ekor kendaraan merupakan unit tenaga yang digunakan...
See DetailsMemilih ukuran yang tepat untuk a unit tenaga hidrolik (HPU) memerlukan keseimbangan kinerja, daya tahan, dan biaya.
1. Tentukan Tekanan Sistem Puncak
Mengapa: Menentukan peringkat tekanan pompa/katup dan kekuatan struktural.
Caranya: Identifikasi tekanan tertinggi yang dibutuhkan aktuator (silinder/motor) untuk memindahkan bebannya. Tambahkan margin keamanan 15–20%.
Tip Penting: Jika beberapa aktuator beroperasi secara bersamaan, ukurlah permintaan puncak gabungan – bukan rata-rata individual.
2. Hitung Total Permintaan Aliran
Mengapa: Menentukan perpindahan pompa dan ukuran reservoir.
Bagaimana:
Untuk silinder: Aliran = (Luas lubang silinder × Panjang langkah) ÷ Waktu untuk menyelesaikan langkah
Untuk motor: Aliran = (Perpindahan motor × RPM) Faktor efisiensi (~0,85)
Jumlah aliran untuk aktuator yang beroperasi secara bersamaan.
Bendera Merah: Mengabaikan regenerasi aliran (misalnya, silinder memendek lebih cepat karena perbedaan perpindahan batang).
3. Menilai Tingkat Keparahan Siklus Tugas
Mengapa: Pengoperasian berkelanjutan memerlukan ukuran yang terlalu besar untuk mencegah panas berlebih.
Pertanyaan Kunci:
Apakah HPU akan berjalan 30 detik/menit? 10 menit/jam? 24/7?
Apakah sering terjadi start/stop?
Aturan: Tugas berkelanjutan = Pilih pompa/motor 25% lebih besar dari aliran/daya teoritis.
4. Ukuran Reservoir (Tangki).
Kapasitas Minimum:
Industri/seluler: ≥3× laju aliran pompa
Siklus tugas tinggi/lingkungan panas: ≥5× laju aliran pompa
Fungsi Kritis: Memungkinkan gelembung udara keluar, kontaminan mengendap, dan pembuangan panas.
Pemeriksaan Gagal-Aman: Pastikan ketinggian cairan tetap berada di atas saluran masuk pompa selama semua sudut pengoperasian (peralatan bergerak).
5. Tenaga Penggerak Perdana (Motor/Mesin).
Rumus: HP = (GPM × PSI) (1714 × Efisiensi)
Efisiensi: Pompa roda gigi = 0,85, Pompa piston = 0,92
Contoh: 10 GPM pada 2500 PSI dengan pompa piston → (10 × 2500) ÷ (1714 × 0,92) ≈ 15,8 HP → Bulatkan motor menjadi 20 HP.
Pemeriksaan Torsi: Unit yang digerakkan mesin harus menghasilkan torsi puncak pada RPM pengoperasian.
6. Kapasitas Pembuangan Panas
Risiko Suhu Tinggi: Cairan terdegradasi di atas 180°F (82°C).
Solusi:
Berpendingin udara: Tambahkan reservoir bersirip atau pendingin kipas jika suhu ruangan < 95°F (35°C). Berpendingin air: Wajib untuk sistem kontinu berdaya tinggi.
Lampu Peringatan: Oli menjadi gelap dengan cepat = pendinginan yang terlalu kecil.
7. Pencocokan Aliran Katup Kontrol
Prinsip Ukuran: Peringkat aliran port katup harus melebihi aliran sistem sebenarnya.
Konsekuensi: Katup berukuran kecil menyebabkan penurunan tekanan → timbulnya panas → kegagalan.
Tip Pro: Untuk katup proporsional, pastikan aliran terukur sejajar dengan kecepatan aktuator yang dikontrol – bukan hanya aliran pompa maksimal.
8. Penurunan Lingkungan
Ketinggian Tinggi: Motor listrik kehilangan tenaga; mesin membutuhkan turbocharging.
Iklim Panas: Cairan menipis – menambah ukuran reservoir atau menambah pendingin.
Lokasi Berdebu: Filter berukuran besar atau gunakan tutup reservoir bertekanan.
9. Pembuktian Masa Depan
Tambahkan 25% aliran/tekanan cadangan jika:
Modifikasi sistem direncanakan
Beban bisa bertambah
Aktuator baru dapat ditambahkan